Mahar Pernikahan

Setelah ga sengaja baca berita infotainment (halah ga sengaja :p ), ada seorang artis yang maharnya berupa seperangkat alat sholat & Al Quran dengan alasan “katanya itu mahar yang paling bagus”. Saya tiba-tiba jadi kepikiran tentang mahar pernikahan & alasannya.

Dikutip dari link ini, mahar adalah tanda kesungguhan seorang laki-laki untuk menikahi wanita. Allah SWT berfirman “Berikanlah mahar (maskawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang wajib. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (Qs. An-Nisa’ : 4)

Bentuk mahar itu banyak. Tergantung kemampuan. Ada yang memberikan emas, tanah, uang, dan lain sebagainya. Jumlahnya pun sesuai dengan kemampuan. Jadi seharusnya tidak ada paksaan dalam menentukan apa dan berapa mahar itu.

Lalu bagaimana dengan mahar berupa seperangkat alat sholat dan Al Quran? Alih-alih berpikir mahar inilah yang paling bagus, kok saya malah berpikir kalau ini mahar yang paling berat ya. Karena pertanggung jawabannya dunia akhirat. Seperangkat alat sholat berarti suami akan selalu mengingatkan istri untuk melaksanakan sholat minimal 5 waktu. Lalu mahar Al Quran berarti suami akan membimbing istri dan keturunannya untuk selalu melaksanakan apa yang Allah SWT dan RasulNya perintahkan.

Mahar itu menjadi syarat wajib dan sah nya sebuah ijab kabul. Yang berarti apapun bentuknya mahar ini, tidaklah sekedar benda yang wajib diberikan saat ijab kabul. Tapi sesuatu yang akan dimiliki oleh istri selama janji pernikahan itu tetap berjalan. Kalau misal disebutkan mahar Al Quran ini berarti mencari Al Quran paling bagus yang harganya paling mahal, sungguh sangat disayangkan karena hanya mem-benda-kan Al Quran.

Saya bukan orang yang ahli di bidang ini. Pemikiran tentang mahar ini pun murni pemikiran saya. Tidak ada keinginan untuk mengkonfrontasi pemikiran yang lain tentang masalah ini. Jika ada yang salah, mohon dikoreksi karena saya juga  masih harus banyak belajar tentang agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s