ASI = commitment

Awalnya saya tidak terpikir sama sekali akan memberikan baby A ASI sampai sejauh ini. Bahkan, sayapun ga tau kalo ada yang namanya ASIX, S1 ASI, sampai S2 ASI. Dan memang semua ini bermula dari keinginan mertua yang ‘mengharuskan‘ saya memberikan ASI meskipun saya bekerja. Untuk info, Amira (1y1m5d) masih asi sampai sekarang. Alhamdulillah.

Tidak ada persiapan apapun untuk ASIX ini mulanya. Hunting breast pump & sterilizer pun dilakukan secara ‘terpaksa‘ karena baby A harus masuk RS lagi pada hari kelima setelah dilahirkan karena bilirubin yang tinggi. Tapi ternyata, keterpaksaan kondisi inilah yang menyebabkan saya mengerti bagaimana ASI itu harus diperjuangkan dengan komitmen yang tinggi.

Sejak bekerja kembali setelah 3 bulan magabut, saya mempunyai kebiasaan baru yang dilakukan terus menerus setiap hari sampai hari ini. Setelah bangun tidur, sekitar jam 5, saya pompa ASI. Kemudian, 3x sehari saya pompa ASI di kantor. Yang pertama jam 8 pagi, kedua jam 12 siang, dan ketiga jam 4 sebelum pulang kantor. Pulang dari kantor, setelah ‘ngelonin‘ baby A, saya pompa lagi. Alhamdulillah stok ASI mencukupi hingga baby A berhasil ASIX.

Jangan ditanya tentang semangat. Karena sama seperti wanita yang lain, semangat saya naik turun dalam hal pompa memompa ini. Tapi, di sinilah komitmen itu bekerja. Ketika komitmen kita kuat untuk selalu memberikan ASI kepada anak kita, maka semangat yang mulai mengabur itu akan terpupuk kembali.

Saat stok ASI menipis di kulkas, saya pernah sedikit tergoda untuk menambahkan sufor ke baby A. Tapi alhamdulillah, baby A tidak mau sufor sama sekali. Dia sama sekali ga mau nyedot kalo dikasih sufor. Dan, ketidakmauan baby A kepada susu yang lain ini, memberikan dampak positif & semangat baru kepada saya untuk tetap bertahan & berusaha terus demi ASI. Bahkan, saat stok ASI kejar tayang, saya tidak pernah patah semangat. Karena disitu lah salah satu kunci keberhasilan ASIX.

Komitmen, komitmen & komitmen. Itu 3 hal pertama yang dibutuhkan. Lalu, kerja keras yang tinggi seorang ibu untuk memperjuangkan ASI agar tetap mengalir diperlukan demi kelancaran ASI. Selain itu, harus diimbangi dengan makan makanan yang bergizi & minum yang banyak dan berdoa agar ASI selalu lancar.

Good Luck, Moms… Berikan ASI demi yang terbaik untuk anak kita.🙂

3 thoughts on “ASI = commitment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s