Kisah Konyol Seputar Bikers -bag1-

Pagi Smua!!🙂

Pagi2 sampe kantor trus langsung baca milis. Gw ngakak sama cerita2 tentang para bikers alias pengendara sepeda motor. Secara….gw juga bikers (tapi yang duduk di belakang :-p). Gw co-pas disini aza ya. OK…cerita bag pertama dimulai……

Cerita pertama adalah tentang teman saya yang takut sekali pada palang pintu otomatis di tempat parkir. Phobia. Entah phobia apa namanya. Si Phobia ini (supaya mudah, saya sebut saja Si Phobia) takut sekali sewaktu-waktu palang pintu itu akan rubuh dan menimpa kepalanya. Untuk menghindari resiko kerubuhan palang, Si Phobia selalu saja langsung tancap gas setiap kali selesai membayar parkir, takut palangnya nanti keburu turun sebelum dia sempat melintas.

Suatu saat dia yang saat itu sedang berboncengan dengan seorang teman lainnya hendak keluar dari tempat parkiran. Seperti biasa, tidak ada yang aneh, setelah mengantri sekian lama, sampai juga di `kasir’ parkiran, setelah membayar, seperti biasanya pula, Si Phobia langsung tancap gas. Tepat pada saat melintas di bawah palang terdengar suara `krek!’ dan motor menjadi oleng. Si Phobia, langsung menjerit-jerit sambil memegang kepalanya.. “kepalaku..! !” kepalaku…!!” Si Phobia yang merasa sudah mau mati itu merasa heran, kenapa tidak ada satupun orang yang berlari ke arahnya untuk menawarkan bantuan.

Saat menoleh ke belakang…ternyata… temannya yang tadinya duduk manis di atas boncengan sedang terkapar di tanah dan dikerumuni beberapa orang yang sibuk menolong. Rupaya palang itu tadi jatuh menimpa teman yang dibonceng… Waduh.. bukan main malunya Si Phobia. Tapi untung, tidak ada orang yang tega untuk tertawa pada saat itu.

Ada beberapa orang yang menawarkan bantuan untuk mengantar si teman ke rumah sakit, tetapi karena si teman itu tidak muntah, tidak pusing, masih bisa berdiri dan cengengesan serta masih ingat namanya sendiri dan juga masih mampu menghitung satu sampai 10, maka perjalananpun dilanjutkan. Rupanya memang palang itu sedang rusak.

Seorang petugas parkir wanita lalu mendapat tugas untuk memegangi palang itu, supaya tidak jatuh menimpa pengendara motor berikutnya. Kasian teman saya yang tertimpa palang, kasian juga teman saya si Phobia, yang sudah terlanjur malu, katanya pula `daripada malu lebih baik jatuh tertimpa palang..’…tetapi… .lebih kasihan lagi si mbak petugas parkir yang mendapat tugas untuk memegangi si palang. Entah sampai kapan tugasnya itu berakhir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s